Kekuatan dalam Diam dan Percaya

Renungan Harian / 14 June 2026

Kekuatan dalam Diam dan Percaya
Aprita L Ekanaru Official Writer
      93

“Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Yesaya 30:15

 

Saudaraku, ayat ini lahir dari sebuah situasi yang penuh tekanan. Saat itu Yehuda sedang menghadapi ancaman besar dari Asyur. Namun bukannya berserah kepada Tuhan, mereka justru mencari perlindungan ke Mesir mengandalkan kekuatan manusia dan strategi politik. Tuhan menegur mereka melalui Yesaya, bahwa keselamatan tidak ditemukan di luar, melainkan saat kembali kepada-Nya.

Bukankah kita sering melakukan hal yang sama? Saat hidup terasa terancam, entah itu secara finansial, emosional, atau relasi, kita panik dan langsung mencari “Mesir-Mesir” kita sendiri. Kita mengandalkan logika, koneksi, atau usaha keras, tetapi melupakan Tuhan sebagai sumber utama.

Firman ini mengingatkan bahwa pemulihan selalu dimulai dari dalam. Tuhan seperti pengrajin yang membentuk tanah liat. Ketika ada retakan, Dia tidak menambalnya dari luar, tetapi meremas dan membentuk ulang dari dalam. Proses itu tidak nyaman, namun justru di situlah kasih-Nya bekerja, menghasilkan bentuk yang lebih kuat dan utuh.

Ada tiga undangan sederhana yang Tuhan berikan, yakni untuk kita bertobat, tinggal tenang, dan percaya. Bertobat berarti berbalik dari sandaran yang salah dan kembali kepada Tuhan. Tinggal tenang berarti berhenti panik dan tidak lagi mengandalkan diri sendiri. Dan percaya berarti menyerahkan kendali sepenuhnya kepada-Nya, meskipun belum melihat jawabannya.

Saudaraku, mungkin hari ini hidup terasa bergejolak dan tidak pasti. Namun firman ini mengingatkan bahwa kekuatan sejati bukan ditemukan dalam kesibukan atau usaha kita semata, melainkan dalam kedekatan dengan Tuhan. Di dalam diam dan percaya, Dia sedang bekerja, membentuk, memulihkan, dan menuntun dari dalam.

 

Refleksi Diri:

1. Apa “Mesir” dalam hidupku, hal apa yang selama ini lebih aku andalkan daripada Tuhan?

2. Apakah aku mau berhenti sejenak, diam, dan sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di dalam hidupku?

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?